Pendahuluan: Individu dengan sedentary lifestyle berisiko 2,68 kali untuk menyandang DM tipe 2 dibandingkan dengan yang aktif melakukan aktivitas fisik sehari-harinya. Sedentary lifestyle, menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius namun kurang tertangani saat ini. Satu diantara banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita DM tipe 2 adalah sedentary lifestyle. Tujuan: Pen…
Dialbetes mellituls merulpalkaln galnggulaln metalbolik yalng ditalndali dengaln peningkaltaln kaldalr glulkosal dalralh (hiperglikemial) alkibalt penulrulnaln kemalmpulaln insullin (resistensi insullin). Hiperglikemial dalpalt menyebalbkaln komplikalsi kronik yalitul nefropalti dialbetik. Penyalkit ini alkibalt kerulsalkaln paldal filtralsi ginjall yalng mengalkibaltkaln sejulmlalh protein dal…
Pendahuluan: Self efficacy yang kurang baik akan memberikan dampak yang buruk untuk memotivasi peningkatan drajat kesehatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan pola makan pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian menggunakan cross …
Pendahuluan : Gagal ginjal kronik umumnya disebabkan oleh penyakit yang merusak ginjal, penyebab gagal ginjal kronik terbanyak di Indonesia adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Semakin memburuknya kondisi ginjal maka pasien harus melakukan hemodialisa dan hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup pasien secara fisik maupun psikologis. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan…
Latar Belakang : Salah satu kondisi yang makin banyak dijumpai di seluruh dunia, baik di negara maju maupun berkembang, adalah diabetes melitus (DM). Menurut jurnal tersebut, dengan frekuensi 30,12%, diagnosis paling sering pada DM tipe II adalah risiko infeksi. Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, persentase penderita diabetes tipe 2 meningkat dari 95,89% pada tahun 2022 me…
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 adalah gangguan metabolik kronis yang sering menyebabkan komplikasi vaskular, termasuk penurunan perfusi perifer, yang dapat diukur dengan Ankle Brachial Index (ABI). Intervensi non-farmakologis seperti senam kaki dianggap efektif dalam meningkatkan aliran darah dan mencegah komplikasi seperti neuropati perifer dan ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan …
Pendahuluan: Penderita hiperglikemia dapat mengalami komplikasi yang serius apabila tidak ditangani secara baik, seperti kerusakan pada berbagai sistem tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teh bunga telang terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Metode: Jenis…
Pendahuluan: Diabetes Mellitus tipe 2 pada remaja terjadi karena perilaku berisiko seperti pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Remaja Diabetes Mellitus tipe 2 mengalami gejala poliuria, polidipsia, polifagia dan komplikasi seperti ginjal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan perilaku berisiko dengan risiko kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 pada remaja di MAN Kota Surab…
Pendahuluan: Sikap remaja tentang pola makan sehat dan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 masih membutuhkan perhatian di Indonesia karena rendahnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah berkontribusi pada meningkatnya prevalensi obesitas dan penyakit tidak menular, termasuk Diabetes Melitus Tipe 2. Pendidikan kesehatan gi…
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang terjadi akibat gangguan metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah tinggi. Pengobatan non-farmakologis dengan tanaman herbal seperti rebusan daun sukun (Artocarpus altilis) Daun sukun mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tannin yang berperan dalam mengatur kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis …